Sorry gue REPOST, gue nemu ini di dalem tumblr orang.
Gue suka baca-baca tulisan dia dan liatin komik dia.
Kalo mau kesana langsung silahkan klik ini.
A : “Hujan ini begitu deras, bukankah lebih baik kamu memelukku?”
B : “Dan membiarkan kamu meleleh di dalamnya (pelukku)?”
A : “Ya, aku mau itu, aku tidak ingin membeku saat aku memilikimu”
B : “Bukankah sama saja? Nanti aku juga akan pergi, dan kamu akan membeku lagi?”
A : “Bukankah aku es krim-mu?”
B : “Iya, kamu es krim termanisku”
A : “Lalu kenapa?”
B : “Entahlah, aku hanya ingin membiarkanmu membeku di sini, sampai besok saat aku mengecap manismu lagi, kamu akan menjadi es krim yang sama dengan hari ini”
A : “Kamu curang….”
B : “Mengertilah, aku tidak ingin kamu meleleh tanpa sisa hari ini”
A : ”Apa bedanya? Kalau besok datang dan kamu melelehkanku lagi?”
B : “Apa bedanya jika aku menyisakannya setiap hari?”
A : “Ukhh…aku bosan jadi es krimmu kalau begitu!”
B : “huffhh…Apakah kamu bosan meleleh di pelukku?”
A : “Ahh…kamu memang curang!”
B : ”Tidak, aku hanya bijak!”
A : “Tau kah kamu? Melelehkanku setiap hari seperti itu menyiksaku?”
B : “Tau kah kamu? Betapa aku takut jika besok kamu bukan es krim yang sama dengan hari ini?”
Ini bener-bener dalem.
Seandaikan dia masih es krim yang sama. Seandaikan "besok" itu gak ada.
Sekarang , "besok" itu pun udah terjadi dan dia bukan es krim yang sama dengan hari kemarin, hari ini, atau besok.
Dia udah bener-bener meleleh, dan dibekukan oleh pelukan lain.
Karena ini pilihan dia.