September 24, 2024

31 tahun. Apakah jatah gagalku masih ada?

31 tahun. Apakah jatah gagalku masih ada?
Aku ingin bercerita di mana pada saat ini aku rasa aku sedang tidak baik-baik saja.
Aku merasa aku bukan orang yang sama lagi.
Aku merasa tidak mengenali diriku sendiri.
Tidak tahu tepatnya kapan, tapi kurasa ini bermula saat apa yang menjadi impianku tidak terjadi.

Seringkali aku berpikir untuk hidup tidak terkekang, bahagia dan damai.
Apakah semua ini bisa dicapai dengan uang? Bisa iya bisa tidak.
Ada orang berkata "Uang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi dengan uang mungkin kita bisa bahagia."

Seringkali aku juga berpikir untuk resign di tempatku kerja ku yang sekarang.
Bahagia? Ya mungkin aku bahagia bekerja di sini.
Terkekang? Sudah bisa dipastikan iya, karena aku bekerja atas perintah orang lain.
Damai? Bagaimana aku bisa damai jika aku terkekang.
Tapi seringkali juga aku  memutuskan untuk tidak melakukan itu.
"Makan apa istriku nanti, makan apa anakku nanti?" Pikirku dalam hati
Karena sekarang aku sudah mempunyai keluarga kecilku sendiri.
Tidak mungkin aku mencampakkan mereka karena keegoisanku.

Aku sudah mengatakan kalau aku merasa aku bukan orang yang sama seperti dahulu.
Dahulu aku adalah orang yang di mana saja bisa mendapatkan teman.
Sekarang? Bahkan ku rasa aku tidak punya teman.
Entah apa yang mentrigger perasaan itu.

Di otakku paling dalam, aku merasa harus berpindah.
Aku harus berani melangkah lagi untuk menemukan jati diriku.
Aku tidak mau stuck di sini, di tempat ini, yang membuatku merasa tidak berpotensi.
Ini bukan aku, aku yang bersemangat seperti dahulu.
Menua? Pasti. Tapi aku rasa aku masih cukup kuat untuk berlari.

Apakah masih ada kesempatan? 
Apakah masih cukup waktu?
Setidaknya aku harus mencoba bukan?
Bertahan di Comport Zone Atau Bertaruh dengan Kemungkinan Terburuk?

31 tahun. Apakah jatah gagalku masih ada?

April 30, 2017

Sekarang sudah 2017. Sekarang yang baru.

Hampir setahun lamanya tidak menuliskan kalimat-kalimat aneh yang biasanya kutuliskan.
Saat kesal, bahagia, ataupun tak sadar.
Rindu bagaimana dulu apapun slalu kutulis dalam tinta hitam yang menjadi sebuah tulisan di dalam blog usang penuh curhatan hidup.
Dan lalu akhirnya aku bisa singgah lagi untuk sekedar memberi taumu, aku bertemu lagi dengan seseorang yang ku harap akan slalu menjadi yang terakhir pertemuanku.

Sebenarnya bukan hanya kali ini. Tapi hanya saja aku merasa kurang mantap untuk menuliskan orang-orang sebelumnya.
Toh, sebenarnya kamu tidak peduli kan? Iya?

Tunggu! Aku mau putar lagu dulu.

Now playing : Aya Anjani - Sudah

Belum lama ini, aku, bertemu dengan seseorang baru 
Yang mungkin, aku perjuangkan.
Dia adalah temannya, temanku.
Bahkan berkeluarga dengan teman akrabku.
Dia, bahkan mantannya temanku.
Hahaha. 

Sekedar informasi.
Untuk sekarang, dia masih jadi orang yang aku ingat-ingat sebelum tidur.
Harapannya, bisa memimpikannya walau cuma lewqt depan rumahku.
Yang mana aku tau itu tidak mungkin, karna gg. rumahku itu buntu.
Tak ada alasannya dia untuk lewat.
Tapi kalau singgah, mungkin.

Aku bertemu dengannya waktu itu di sebuah mesjid.
Tepatnya saat ijab kabul teman akrabku.
Ya, itu membuatku bersemangat sekali untuk tau siapa dia.
Padahal awalnya, bahkan, aku malu untuk sekedar kenalan.

Hmm.. 
Sebuah harapan akhirnya aku mengajaknya untuk jalan pertama kali.
Respon baik mungkin, awalnya pendiam tak sama saat di chat line.
Yang ku tunggu cuma satu, tawanya.
Dan aku ahli untuk urusan ini.

Yap, tawanya! Datang
Terima kasih
Aku harap dia selanjutnya, dan terakhir.

April 26, 2015

Jika laki-laki menangis

Jika laki-laki menangis
Jika kamu memegang pundaknya saat dia menangis.
Dia akan tinggal bersamamu, sepanjang hidupmu.
Jika kamu membiarkannya pergi.
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yg dulu.
Selamanya, seorang lelaki tidak akan menangis dengan mudah, kecuali
di depan orang yg sangat amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah.
Seorang lelaki tidak akan menangis dengan mudah.
Hanya jika dia sangat menyayangimu
Dia akan menurunkan rasa egoisnya.
Jika seorang lelaki pernah menangis karnamu 
Tolong..
Pegang tangannya dengan pengertian
Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.
Jika seorang lelaki menangis karnamu
Tolong..
Jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karna keputusanmu, kau merusak kehidupannya.
Saat dia menangis didepanmu
Saat dia menangis karnamu
Lihatlah matanya
Lelaki manalagikah yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang
Di depanmu dan karenamu.

September 05, 2013

Karna gak butuh alasan dan jawaban.

Langit malam dengan bintang. Gue suka banget sama Langit malam yang ada bintangnya.
Pertama, karna malam itu gelap dan gak ada yang bisa liat di dalam gelap.
Kedua, selain bintang ada bulan tapi bukan itu poin-nya
Ketiga, malam dengan bintang itu unik. Seunik cinta.

Kadang kalo lagi menatap langit malam sering berandai, berimajinasi, dan kadang juga bisa ngelakuin sesuatu yang gak bisa dilakuin disiang hari.
Malam itu indah, apalagi bintang. Bintang mana coba yang bisa menerangi siang.
Gak ada. Karna bintang cuma menerangi malam dari hitam pekatnya gelap langit.

Langit malam membuat semuanya menjadi mesra.
Kenapa matahari gak bersinar di malam hari. Kenapa gak matahari aja yang menyinari malam.
Gak ada orang yang selamanya mau kepanasan. Gak ada orang yang tahan.
Kita butuh malam, kita butuh bintang.

Langit malam dengan bintang itu kaya cinta.
Gabungan akumulatif tentang semua keindahan, dan menjadikannya sebuah perpaduan keren.
Lagi-lagi kenapa kita masih menanyakan matahari, bila bintang kurang menyinari.
Kenapa harus malam yang dipilih bintang.
Lalu masih menanyakan kenapa matahari memilih siang?

Langit malam itu sama kaya cinta.
Gak selamanya ada, gak selamanya menemani.
Bintang itu kaya cinta.
Menerangi saat kita butuh cahaya di dalam gelap.
Dan gak butuh alasan kenapa kita harus menikmati setiap malam dengan bintang. Karna cinta gak butuh alasan.

Hal-hal yang kadang gak bisa ngerti dari siang hari bisa gue rangkaikan dimalam hari.
Cinta. Kayanya sangat gak produktif membahas tentang cinta dimalam hari.
Tapi itulah uniknya malam. Membuat kita melupakan sejenak sisi negatif cinta, dan mengansumsikan banyak sisi positif darinya.
Membuat orang yang tadinya berkata kasar di siang hari, lalu mengubahnya menjadi kalimat romantis di malam hari.
Malah mungkin bisa dikatakan ajaib.
Mengubah drastis perilaku seseorang, dan menjadikannya panutan.

Bintang memilih malam dan itu menyebalkan, membuat bertanya-tanya alasannya, dan tak ada jawaban tentang itu.
Maka, aku mau selalu melihat langit malam.