Aku ingin bercerita di mana pada saat ini aku rasa aku sedang tidak baik-baik saja.
Aku merasa aku bukan orang yang sama lagi.
Aku merasa aku bukan orang yang sama lagi.
Aku merasa tidak mengenali diriku sendiri.
Tidak tahu tepatnya kapan, tapi kurasa ini bermula saat apa yang menjadi impianku tidak terjadi.
Seringkali aku berpikir untuk hidup tidak terkekang, bahagia dan damai.
Apakah semua ini bisa dicapai dengan uang? Bisa iya bisa tidak.
Ada orang berkata "Uang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi dengan uang mungkin kita bisa bahagia."
Seringkali aku juga berpikir untuk resign di tempatku kerja ku yang sekarang.
Bahagia? Ya mungkin aku bahagia bekerja di sini.
Terkekang? Sudah bisa dipastikan iya, karena aku bekerja atas perintah orang lain.
Damai? Bagaimana aku bisa damai jika aku terkekang.
Tapi seringkali juga aku memutuskan untuk tidak melakukan itu.
"Makan apa istriku nanti, makan apa anakku nanti?" Pikirku dalam hati
Karena sekarang aku sudah mempunyai keluarga kecilku sendiri.
Tidak tahu tepatnya kapan, tapi kurasa ini bermula saat apa yang menjadi impianku tidak terjadi.
Seringkali aku berpikir untuk hidup tidak terkekang, bahagia dan damai.
Apakah semua ini bisa dicapai dengan uang? Bisa iya bisa tidak.
Ada orang berkata "Uang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi dengan uang mungkin kita bisa bahagia."
Seringkali aku juga berpikir untuk resign di tempatku kerja ku yang sekarang.
Bahagia? Ya mungkin aku bahagia bekerja di sini.
Terkekang? Sudah bisa dipastikan iya, karena aku bekerja atas perintah orang lain.
Damai? Bagaimana aku bisa damai jika aku terkekang.
Tapi seringkali juga aku memutuskan untuk tidak melakukan itu.
"Makan apa istriku nanti, makan apa anakku nanti?" Pikirku dalam hati
Karena sekarang aku sudah mempunyai keluarga kecilku sendiri.
Tidak mungkin aku mencampakkan mereka karena keegoisanku.
Aku sudah mengatakan kalau aku merasa aku bukan orang yang sama seperti dahulu.
Dahulu aku adalah orang yang di mana saja bisa mendapatkan teman.
Sekarang? Bahkan ku rasa aku tidak punya teman.
Entah apa yang mentrigger perasaan itu.
Aku sudah mengatakan kalau aku merasa aku bukan orang yang sama seperti dahulu.
Dahulu aku adalah orang yang di mana saja bisa mendapatkan teman.
Sekarang? Bahkan ku rasa aku tidak punya teman.
Entah apa yang mentrigger perasaan itu.
Di otakku paling dalam, aku merasa harus berpindah.
Aku harus berani melangkah lagi untuk menemukan jati diriku.
Aku tidak mau stuck di sini, di tempat ini, yang membuatku merasa tidak berpotensi.
Aku harus berani melangkah lagi untuk menemukan jati diriku.
Aku tidak mau stuck di sini, di tempat ini, yang membuatku merasa tidak berpotensi.
Ini bukan aku, aku yang bersemangat seperti dahulu.
Menua? Pasti. Tapi aku rasa aku masih cukup kuat untuk berlari.
Apakah masih ada kesempatan?
Apakah masih cukup waktu?
Setidaknya aku harus mencoba bukan?
Menua? Pasti. Tapi aku rasa aku masih cukup kuat untuk berlari.
Apakah masih ada kesempatan?
Apakah masih cukup waktu?
Setidaknya aku harus mencoba bukan?
Bertahan di Comport Zone Atau Bertaruh dengan Kemungkinan Terburuk?
31 tahun. Apakah jatah gagalku masih ada?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar