Saat kesal, bahagia, ataupun tak sadar.
Rindu bagaimana dulu apapun slalu kutulis dalam tinta hitam yang menjadi sebuah tulisan di dalam blog usang penuh curhatan hidup.
Dan lalu akhirnya aku bisa singgah lagi untuk sekedar memberi taumu, aku bertemu lagi dengan seseorang yang ku harap akan slalu menjadi yang terakhir pertemuanku.
Sebenarnya bukan hanya kali ini. Tapi hanya saja aku merasa kurang mantap untuk menuliskan orang-orang sebelumnya.
Toh, sebenarnya kamu tidak peduli kan? Iya?
Tunggu! Aku mau putar lagu dulu.
Now playing : Aya Anjani - Sudah
Belum lama ini, aku, bertemu dengan seseorang baru
Yang mungkin, aku perjuangkan.
Dia adalah temannya, temanku.
Bahkan berkeluarga dengan teman akrabku.
Dia, bahkan mantannya temanku.
Hahaha.
Sekedar informasi.
Untuk sekarang, dia masih jadi orang yang aku ingat-ingat sebelum tidur.
Harapannya, bisa memimpikannya walau cuma lewqt depan rumahku.
Yang mana aku tau itu tidak mungkin, karna gg. rumahku itu buntu.
Tak ada alasannya dia untuk lewat.
Tapi kalau singgah, mungkin.
Aku bertemu dengannya waktu itu di sebuah mesjid.
Tepatnya saat ijab kabul teman akrabku.
Ya, itu membuatku bersemangat sekali untuk tau siapa dia.
Padahal awalnya, bahkan, aku malu untuk sekedar kenalan.
Hmm..
Sebuah harapan akhirnya aku mengajaknya untuk jalan pertama kali.
Respon baik mungkin, awalnya pendiam tak sama saat di chat line.
Yang ku tunggu cuma satu, tawanya.
Dan aku ahli untuk urusan ini.
Yap, tawanya! Datang
Terima kasih
